Temukan berita yang anda cari disini

Berita Kampus

07 Jul 2021

Sabtu, 03 Juli 2021, ITTS mengadakan kuliah umum dengan tema "Cyber Security". Bekerjasama dengan Dinas Provinsi Banten di Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), acara ini berjalan dengan baik. Acara webinar tersebut diikuti hampir seribu peserta. Sebagai wakil rektor dan juga pengisi materi, Bapak Onno W Purbo, memberikan banyak sekali informasi-informasi menarik. Webinar ini dibuka untuk umum serta mendapatkan fasilitas e-sertifikat dan juga buku. Harapannya webinar tersebut tidak cuma diselenggarakan satu kali. Akan ada lagi webinar-webinar yang akan diselenggarakan oleh ITTS dengan narasumber-narasumber yang keren dan ahli di bidangnya.Pendaftaran mahasiswa baru Institut Teknologi Tangerang Selatan untuk gelombang ketiga sudah dibuka. Apabila kamu berminat untuk belajar berbagai keilmuan IT segera daftarkan di sini. Dapatkan berbagai macam fasilitas menarik saat kamu belajar di Institut Teknologi Tangerang Selatan. Kesempatan untuk bisa bekerja sebelum lulus kuliah, juga sangat terbuka di Institut Teknologi Tangerang Selatan.Tunggu apalagi? Yuk segera daftarkan dirimu dan ikut menjadi bagian dalam memajukan inovasi dan teknologi. Institut Teknologi Tangerang Selatan, Pusat teknologi nasional berkelas dunia.

Webinar Kuliah Umum Cyber Security
30 Jun 2021

Bekerjasama dengan Dinas Provinsi Banten bidang Sekolah Menengah Kejuruan, Institut Teknologi Tangerang Selatan mengadakan acara Webinar Kuliah Umum dengan tema Cyber Security. Program ini akan diisi oleh Ir. Onno W. Purbo, Ph.D selaku Wakil Rektor Akademik Institut Teknologi Tangerang Selatan dan juga pakar di bidang keamanan jaringan. Dipandu oleh Tutik Lestari, S. Si, M.Kom. sebagai host, acara ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 3 Juli 2021 pukul 09.00-12.00 melalui Zoom dan YouTube Institut Teknologi Tangerang Selatan. Acara ini terbuka untuk umum dan  peserta akan mendapatkan e-sertifikat serta buku.Untuk pendaftaran bisa mengakses tautan ini. Yuk daftaran dirimu sekarang juga!

Webinar Kuliah Umum Cyber Security
22 Jun 2021

Institut Teknologi Tangerang Selatan menyelenggarakan Konferensi Master Class Internasional untuk Publik. Ada dua pembicara internasional yang akan mengisi Master Class tersebut. Di antaranya:1. Ir. Onno W. Purbo, Ph.D. mewakili Institut Teknologi Tangerang Selatan dengan tema Improvisation on low cost Internet Technology.2. Prof. TS. Dr. Burhanuddin bin Mohd Aboobaider mewakili Universitas Teknikal Malaysia dengan tema Multi-Criteria Deep Learning Approach for FeatureSelection and Classification using Artificial Neutral Network.Acara ini akan diselenggarakan pada Hari Selasa, 29 Juni 2021 pukul 9.15-12.00 WIB (Waktu Jakarta) daring melalui Zoom. Untuk bergabung dapat mengeklik tautan ini.

Master Class Conference International (Open for Public)
19 Mei 2021

Melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi selepas SMA, menjadi harapan bagi sebagian banyak orang. Biasanya sebelum lulus SMA, kita sudah mulai dipusingkan dengan pikiran-pikiran kemana kita akan melanjutkan pendidikan. Tidak hanya dalam memilih jurusan, memilih perguruan tinggi juga bikin perasaan gundah. Bagi sebagian orang, memilih perguruan tinggi negeri terbaik mungkin menjadi sebuah impian. Namun, persaingan untuk bisa masuk ke perguruan tinggi terbaikpun sangatlah susah, tidak hanya mulai dari pendaftaran dan persyaratannya, perguruan tinggi negeri terbaik juga relatif memiliki banyak pesaing. Di jaman modern seperti sekarang, kuliah di perguruan tinggi swasta tidak menjadi masalah. Pasalnya, sekarang ini banyak perguruan tinggi negeri memiliki kredibilitas yang mumpuni. Institut Teknologi Tangerang Selatan, berkomitmen untuk bisa menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia, namun juga di dunia. Oleh sebab itu, ITTS terus mencoba untuk beradaptasi dengan berbagai hal, mulai dari sumber daya manusia, sampai dengan sistem yang terus menerus ditingkatkan. Ada beberapa alasan kenapa kamu harus kuliah di Institut Teknologi Tangerang Selatan.1.    Program Fast Track 2 in 1Fast Track adalah program perkuliahan yang memadukan kuliah S1 dan S2 untuk dapat selesai dalam kurun waktu 5 tahun. Konsepnya hampir sama dengan sekolah akselerasi yang memadatkan materi pelajaran, sehingga bisa mempersingkat masa studi dibandingan dengan perkuliahan biasa.2.    Mata Kuliah Menyesuaikan Tren Perkembangan TeknologiUntuk memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan yang terus berkembang, ITTS juga ikut menyesuaikan mata kuliah sesuai dengan perkembangan tren dan teknologi.3.    Kurikulum Berbasis Hybrid SkillDiintegrasikan dalam mata kuliah, kegiatan ekstra dan kurikuler, program magang industri, hingga implementasinya di masyarakat melalui program Kerja  Praktik Mahasiswa (KPM)4.    Kesempatan Magang dan Kerja di Luar NegeriITTS bekerjasama dengan banyak perusahaan baik di dalam ataupun di luar negeri. Semua mahasiswa ITTS berhak dan berkesampatan untuk bisa bisa magang dan bekerja dengan perusahaan partner ITTS.5.    Bekerja Sebelum LulusDengan berbagai keuntungan yang didapatkan saat menjadi mahasiswa ITTS. Kamu bisa memanfaatkan momen untuk bisa bekerja sebelum lulus.     6.    Asistensi Langsung dengan Prof. Onno W. PurboProf. Onno W. Purbo merupakan seorang tokoh dan pakar di bidang teknologi. Beliau juga merupakan Wakil Rektor di Bidang Akademik ITTS. Dengan menjadi mahasiswa ITTS, kamu bisa langsung mendapatkan bimbingan dari Prof. Onno.Itulah beberapa alasan kenapa kamu harus kuliah di Institut Teknologi Tangerang Selatan. Tunggu apa lagi? Yuk segera daftarkan dirimu di pmb.itts.ac.id

Alasan Kenapa Harus Kuliah di ITTS
03 Mei 2021

Beberapa waktu lalu, media sosial dihebohkan oleh video penangkapan makhluk yang dipercaya sebagai babi ngepet. Namun, tidak lama setelah video tersebut viral di media sosial diketahui bahwa isu tersebut merupakan sebuah karangan seseorang yang ingin memprovokasi masyarakat. Dari beberapa video yang viral, terdapat sebuah video dimana seseorang wanita berbicara kepada sejumlah warga dan menuduh tetangganya adalah pelaku babi ngepet. Dia menuduh tetangganya sebagai pelaku babi ngepet dikarenakan tetangganya tersebut tidak bekerja namun memiliki banyak uang.Dari video ibu-ibu yang viral tersebut kita belajar, bahwasanya masih banyak masyarakat kita yang mempunyai pandangan, untuk memiliki banyak uang, kita harus bekerja formal seperti orang-orang kebanyakan. Di jaman serba digital seperti sekarang ini, ada banyak profesi dan pekerjaan yang bisa menjadi alternatif selain kerja kantoran dikarenakan teknologi yang membuat pekerjaan tidak mutlak di kerjakan di kantor. Ada sebuah istilah yang terus berkembang di era industri 4.0 ini yaitu adalah Gig Economy. Gig Econmoy sendiri dapat diartikan sebagai sebuah sistem kerja dimana pekerja yang direkrut kebanyakan adalah pekerja independen dan kontrak pekerjaan jangka pendek.Pekerja di gig economy tidak bisa dibilang sebagai karyawan karena mereka mengerjakan projek secara kontrak dengan pemilik pekerjaan secara mandiri. Di kutip dari artikel Tirto, Anthony Hussenot, profesor dari Université Nice Sophia Antipolis (UNS) telah memprediksi di artikelnya "Is freelancing the future of employment?". Ia menyatakan bahwa pekerjaan lepas (freelance) adalah pekerjaan masa depan.Ada beberapa pro kontra tentang fenomena gig economy ini. Ada yang setuju dengan pola kerja kontrak jangka pendek, adapula yang menolak. Kebanyakan mereka yang menyetujui pola kerja dalam gig economy adalah dikarenakan gig economy menawarkan fleksibilitas, serta penghasilan yang menggiurkan. Sementara mereka yang tidak setuju memiliki alasan bahwa pekerja lepas seringkali merasa tereksploitasi. Bekerja dalam kontrak jangka pendek juga tidak menawarkan jenjang karir, pertumbuhan keterampilan, dan keamanan finansial.Meskipun ada yang setuju dan tidak setuju dengan fenomena gig economy. Ada dampak positif yang dapat kita ambil. Dari sisi pekerja, gig economy memberi kesempatan kepada pekerja untuk bisa mengambil banyak proyek sekaligus dalam satu waktu. Di sisi perusahan, gig economy memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk dapat menyewa pekerja dengan hasil kerja yang cepat tanpa perlu memberikan gaji tetap.Ada banyak bidang pekerjaan yang bisa dikerjakan dalam fenomena gig economy ini.Developer (coder, programmer)DesignerWriter atau copywriterMarketingTranslatorFotografer atau Videografer AkuntanManajer HRProfesional SEOPublic RelationVirtual AssitantEditorSocial Media SpesialisKonsultan BisnisKonsultan FinansialKonsultan Perangkat LunakItulah penjelasan singkat tentang fenomena gig economy yang mulai berkembang di masyarakat. Terlepas dari pro kontra serta dampaknya, gig economy memberikan alternatif kepada kita bahwa bekerja tidak selamanya harus berada di dalam kantor.Sumber:[1 https://tirto.id/mengenal-gig-economy-dunia-kerja-baru-yang-rentan-eksploitasi-eqxU[2] https://glints.com/id/lowongan/gig-economy-adalah/

Ngepet dan Fenomena Gig Economy
26 Apr 2021

Cryptocurrency menjadi sebuah istilah yang akrab di telinga kita belakangan ini. Dari mulai bitcoin sampai dengan dogecoin ramai diperbincangkan di berbagai forum-forum digital ataupun sosial media. Bahkan, banyak juga orang-orang yang mulai menaruh investasi di cryptocurrency ini. Bitcoin sendiri merupakan sebuah contoh dari cryptocurrency. Banyak pro kontra dalam kehadiran cryptocurrency ini.Cryptocurrency adalah mata uang digital yang digunakan untuk bertransaksi virtual dalam jaringan internet dan dijamin menggunakan kriptografi yang membuatnya hampir tidak mungkin dipalsukan atau digandakan. Meskipun dikembangakan sejak tahun 1990-an, crypto baru dikenal dan akrab di masyarakat sekitar 10 tahun terakhir. Kata “cryptocurrency” berasal dari gabungan dua kata, yaitu “cryptography” yang memiliki arti kode rahasia, dan “currency” yang berarti mata uang. Crypto sendiri “mengacu pada berbagai algoritma enkripsi dan teknik kriptografi yang melindungi entri ini, seperti enkripsi kurva elips, public private key pairs, dan fungsi hashing.”Mata uang digital dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran yang menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol penciptaan uang tambahan, dan memverifikasi transfer aset. Ciri khas mata uang digital umumnya tidak dikeluarkan oleh otoritas pusat, membuat mereka secara teoritis kebal terhadap campur tangan atau manipulasi pemerintah.Beberapa jenis cryptocurrency sering digunakan untuk bertransaksi, antara lain Bitcoin, Litecoin, Ethereum, Ripple, Monero, dan masih banyak lagi. Saat ini ada lebih dari 1.000 cryptocurrency yang beredar di seluruh dunia. Bitcoin menjadi mata uang teratas yang paling banyak digunakan dalam cryptocurrency. Bitcoin hanya diciptakan sebanyak 21 juta koin sesuai protokol yang sudah disepakati sang pencipta, yaitu Satoshi Sakamoto.Ada beberapa fungsi mata uang digital yang dapat kita manfaatkan, antara lain:Untuk InvestasiCyptocurrency memiliki prinsip yang sama dengan prinsip ekonomi, dimana harga akan naik ketika terdapat banyak sekali permintaan. Semakin banyak yang berinvestasi, maka harga juga akan melambung naik. Saat ini nilai bitcoin jika dikonversikan ke dalam rupiah senilai kurang lebih Rp 750.000.000 untuk 1 koin. Hal ini ramai-ramai menarik minat masyarakat untuk mulai berinvestasi ke arah bitcoin.Membeli Barang atau JasaSaat ini, banyak perusahaan ataupun organisasi menerima pembayaran menggunakan mata uang virtual. Akan tetapi mata uang yang sering digunakan transaksi hanyalah bitcoin.Pertambangan (Mining)Pertambangan menjadi hal yang sangat berkaitan dengan dunia cryptocurrency. Pengguna ditugaskan untuk dapat memecahkan teka-teki dari kriptografi yang rumit untuk dapat mengkonfirmasi transaksi dan dicatat dalam blockchain. Semakin besar daya yang digunakan, maka semakin besar peluang untuk dapat memecahkannya.Cryptocurrency memiliki kelebihan dan kekurangan.KelebihanBersifat UniversalCryptocurrency dianggap bersifat universal dikarenakan tidak diperlukan syarat untuk menjadi penggunanya.TransparansiSetiap pengguna dapat melihat berbagai aktivitas transaksi yang pernah dilakukan. Namun tetap diberikan batasan berupa kerahasiaan identitas orang yang bertransaksi.CepatTransaksi dengan mata uang digital lebih cepat jika dibandingkan transaksi konvensional.Kontrol PribadiKontrol pribadi memiliki maksud pengguna bertanggungjawab dengan mata uang digital masing-masing.KekuranganCelah KeamananCryptocurrency memiliki celah yang dapat digunakan untuk kegiatan ilegal ataupun kejahatan.Lupa PassowordJika kita lupa dengan kata sandi, maka sangat beresiko untuk kehilangan uang pada akun yang telah dibuat.PerizinanDi beberapa negara, masih belum meregulasi mata uang digital dan masih menganggap ilegal transaksi yang menggunakan uang digital.Itulah beberapa informasi tentang cryptocurrency yang bisa kita ambil pelajaran. Dari mulai jenis, penggunaan, kelebihan dan kekurangan uang digital. Kita juga bisa menggunakan uang digital untuk melakukan transaksi jual beli secara online.Sumber:[1] https://www.akseleran.co.id/blog/cryptocurrency-adalah/[2] https://www.sekawanmedia.co.id/pengertian-cryptocurrency/[3] https://glints.com/id/lowongan/cryptocurrency-adalah/[4] https://kamus.tokopedia.com/c/cryptocurrency/

Mengenal Cryptocurrency, Kelebihan dan Kekurangan
30 Mar 2021

ITTS Podcast merupakan program podcast reguler yang diadakan setiap minggu oleh Institut Teknologi Tangerang Selatan. Program yang dipandu oleh Bapak Agung Budi Prasetio sebagai host dan juga Bapak Onno W. Purbo sebagai pembicara ini seringkali mendatangkan bintang tamu yang menarik dan inspiratif. Minggu ini ITTS Podcast mengambil tema "Hybrid Implementation Internet of Things" dengan bintang tamu Bapak Andi Priambodo dan Yok Christiyono yang berprofesi sebagai dosen Institut Teknologi Tangerang Selatan.ITTS Podcast minggu ini hadir di hari Kamis, pukul 16.00 WIB melalui aplikasi Zoom dan Live streaming YouTube. Untuk registrasi bisa langsung mengunjungi tautan ini. Segera daftarkan dirimu untuk mendapatkan kesempatan memenangkan hadiahnya. Acara ini tidak dikenakan biaya dan mendapatkan E-Sertifikat.Pendaftaran mahasiswa baru Institut Teknologi Tangerang Selatan untuk gelombang pertama sudah dibuka. Apabila kamu berminat untuk belajar berbagai keilmuan IT segera daftarkan di sini. Dapatkan berbagai macam fasilitas menarik saat kamu belajar di Institut Teknologi Tangerang Selatan. Kesempatan untuk bisa bekerja sebelum lulus kuliah, juga sangat terbuka di Institut Teknologi Tangerang Selatan.Tunggu apalagi? Yuk segera daftarkan dirimu dan ikut menjadi bagian dalam memajukan inovasi dan teknologi. Institut Teknologi Tangerang Selatan, Pusat teknologi nasional berkelas dunia.

ITTSPODCAST Episode 9 - Hybrid Implementation Internet of Things
24 Mar 2021

Beberapa tahun belakangan ini, ramai diperbincangkan istilah blockchain. Blockchain digadang-gadang menjadi teknologi baru yang bisa menggantikan teknologi lama dikarenakan menjanjikan efisiensi dan dampak positif. Blockchain memiliki peran penting terkait meluasnya trend uang digital bitcoin. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai cryptocurrency atau yang lainnya. Kami akan menjelaskan terlebih dahulu teknologi blockchain.Blockchain adalah sebuah sistem untuk menyimpan transaksi mata uang digital. Sistem ini tidak dikelola oleh sebuah lembaga, melainkan dikelola oleh semua pengguna. Blockchain merupakan sebuah buku besar terdistribusi (distributed ledger) terbuka yang dapat diverifikasi dan permanen. Untuk pemanfaatannya sebagai buku besar terdistribusi, blockchain biasanya dikelola oleh sebuah jaringan peer-to-peer secara kolektif dengan mengikuti protokol tertentu untuk komunikasi antar node dan mengkonfirmasi blok-blok baru.Jaringan blockchain tidak memliki otoritas pusat. Karena ini adalah catatan buku besar yang dibagikan dan tidak berubah. Informasi di dalamnya terbuka untuk siapa saja dan semua orang dapat melihatnya. Blockchain tidak memiliki biaya transaksi. Salah satu tujuan dari adanya blockchain adalah untuk memotong biaya dari setiap transaksi yang kita lakukan. Misalkan, kita ingin mengirimkan uang kepada teman melalui bank. Biasanya, bank akan memungut biaya untuk setiap transaksi. Dengan adanya teknologi blockchain, transaksi ini gratis. Dikarenakan kita tidak memerlukan pihak ketiga untuk setiap transaksi yang kita lakukan.Blockchain pertama dikonseptualisasikan oleh seseorang (atau sekelompok orang) yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto pada tahun 2008. Kemudian diimplementasikan tahun berikutnya oleh Nakamoto sebagai komponen inti bitcoin (bitcoin core), di mana blockchain difungsikan sebagai buku besar publik untuk semua transaksi yang terjadi di dalam jaringan.Sebelum adanya teknologi blockchain, kita terbiasa menyimpan data secara terpusat. Dikarenakan data yang terpusat, maka semua data disimpan hanya dalam satu tempat. Dengan begitu, apabila terjadi kerusakan dalam sistem tersebut, maka kita tidak akan dapat menggunakannya untuk transaksi.Dengan menyimpan data di seluruh jaringan peer-to-peer, blockchain menghilangkan sejumlah resiko yang ada pada data yang dipegang secara terpusat. Dalam blockchain, data yang disimpan tidak dapat dipalsukan atau disunting. Dikarenakan, setiap transaksi yang ada, akan dicatat oleh setiap orang yang terhubung dalam jaringan blockchain.Blockchain terbuka namun tetap memiliki privasi. Pada saat seseorang melakukan transaksi, identitasnya akan disembunyikan melalui kriptografi dan akan diwakili oleh alamat publik mereka. Struktur database blockchain juga bersifat append only atau hanya bisa menambahkan dan tidak memiliki perintah edit. Untuk itu, hacker tidak bisa melakukan hack untuk merubah datanya.Blockchain berfungsi sebagai multiversion concurrency control (MVCC) terdistribusi dalam basis data. Sama halnya seperti MVCC dalam mencegah dua transaksi secara bersamaan memodifikasi objek tunggal dalam basis data, blockchain juga mencegah dua transaksi yang menghabiskan output tunggal yang sama dalam blockchain.Ada banyak peluang untuk memanfaatkan teknologi blockchain, terutama di bidang keuangan atau finansial. Blockchain berpotensi memotong biaya perantara untuk transaksi pengiriman uang. Teknologi blockchain dapat diintegrasikan ke dalam beberapa bidang. Pemanfaatan utama blockchain saat ini adalah sebagai buku besar terdistribusi untuk cryptocurrency, terutama bitcoin. Selain pemanfaatan di bidang finansial, pada tahun 2018 McKinsey juga pernah membuat tabel peluang di berbagai bidang. Mulai dari sektor media, telekomunikasi, medis, pertanian, hingga properti.Blockchain memiliki potensi besar untuk mengubah operasional model bisnis dalam jangka panjang. Penggunaan blockchain juga menjanjikan efisiensi yang signifikan terhadap rantai pasokan global, transaksi-transaksi keuangan, buku besar asset dan jejaring sosial terdesentralisasi.Sumber:[1] lansiti, Marco; Lakhani, Karim R. (Januari 2017). “The Thruth About Blockchain”[2] https://www.barantum.com/blog/blockchain-adalah/[3] qwords.com/blog/apa-itu-blockchain/

Mengenal Blockchain
23 Mar 2021

ITTS Podcast merupakan program podcast reguler yang diadakan setiap minggu oleh Institut Teknologi Tangerang Selatan. Program yang dipandu oleh Bapak Agung Budi Prasetio sebagai host dan juga Bapak Onno W. Purbo sebagai pembicara ini seringkali mendatangkan bintang tamu yang menarik dan inspiratif. Minggu ini ITTS Podcast mengambil tema "Phyton X Machine Learning" dengan bintang tamu Ibu Astri Sekar Wijaya yang berprofesi sebagai dosen Institut Teknologi Tangerang Selatan.ITTS Podcast minggu ini hadir di hari Kamis, pukul 16.00 WIB melalui aplikasi Zoom dan Live streaming YouTube. Untuk registrasi bisa langsung mengunjungi tautan ini. Segera daftarkan dirimu untuk mendapatkan kesempatan memenangkan hadiahnya. Acara ini tidak dikenakan biaya dan mendapatkan E-Sertifikat.Pendaftaran mahasiswa baru Institut Teknologi Tangerang Selatan untuk gelombang pertama sudah dibuka. Apabila kamu berminat untuk belajar berbagai keilmuan IT segera daftarkan diri di sini. Dapatkan berbagai macam fasilitas menarik saat kamu belajar di Institut Teknologi Tangerang Selatan. Kesempatan untuk bisa bekerja sebelum lulus kuliah, juga sangat terbuka di Institut Teknologi Tangerang Selatan.Tunggu apalagi? Yuk segera daftarkan dirimu dan ikut menjadi bagian dalam memajukan inovasi dan teknologi. Institut Teknologi Tangerang Selatan, Pusat teknologi nasional berkelas dunia.

ITTSPODCAST Episode 8 - Phyton X Machine Learning